October 01 - 2026
1.
Pendahuluan
Gawai Proteksi Arus Sisa
(GPAS) merupakan pemutus sirkuit arus sisa yang berfungsi melindungi manusia
dari sengatan listrik berbahaya dan mencegah kebakaran dengan mendeteksi arus
bocor ke tanah, lalu langsung memutus aliran listrik dalam hitungan milidetik
jika terjadi ketidakseimbangan arus antara kabel fasa dan netral.
Walaupun di dalam Mata
Uji Sertifikasi Instalasi Pemanfaatan Tenaga Listrik Tegangan Rendah
sebagaimana disebut pada Lampiran X bagian A Peraturan Menteri ESDM No 12 tahun
2021 tentang, Klasifikasi, Kualifikasi, Akreditasi, dan Sertifikasi Usaha Jasa
Penunjang Tenaga Listrik, pemeriksaan atas GPAS hanya dilakukan pemeriksaan
secara visual. Namun, dalam rangka memberikan pelayanan terbaik bagi pelanggan
pasang baru yang ingin tahu apakah GPAS dapat berfungsi atau tidak, PT SIP mengembangkan
Alat Tes Fungsi GPAS (ATF GPAS) sebagai alat bantu untuk melakukan pengujian
fungsi GPAS secara sederhana.
Metode pengujian ini
diperkenalkan oleh Bapak Widodo dari PT SIP Wilayah Yogyakarta.
2.
Tujuan
Panduan ini bertujuan
untuk memberikan petunjuk kepada Tenaga Teknik (TT) dalam menggunakan ATF GPAS
untuk mengetahui respons fungsi GPAS melalui metode pengujian sederhana
menggunakan sumber tegangan baterai.
3.
Peralatan yang Digunakan
Peralatan yang digunakan dalam pengujian terdiri atas:
a.
GPAS dengan sensitivitas 30 mA.
b.
Baterai AA 1,5 V sebanyak 1
buah
c.
Kotak baterai AA.
d.
Kabel penghubung.
4.
Prinsip Kerja Pengujian
RCCB bekerja dengan mendeteksi perbedaan atau ketidakseimbangan arus
yang mengalir melalui penghantar fasa dan netral. Dalam kondisi normal, arus
yang mengalir pada penghantar fasa dan netral memiliki nilai yang sama sehingga
RCCB tidak bekerja. Apabila terdapat perbedaan arus, akan terjadi
ketidakseimbangan fluks magnet pada inti toroid yang selanjutnya mengaktifkan
mekanisme pemutus RCCB.
Rangkaian Listrik ATF GPAS
Pada pengujian menggunakan ATF GPAS, sumber arus kecil dari baterai
digunakan untuk menciptakan kondisi ketidakseimbangan arus. Respons GPAS
diamati melalui kondisi trip atau tidak trip
.
5.
Prosedur Pengujian
A.
Pengujian pada terminal Netral
GPAS
1.
Pastikan GPAS berada pada
posisi ON.
2.
Hubungkan kutub negatif baterai
ke terminal input netral GPAS.
3.
Hubungkan kutub positif baterai
ke terminal output netral GPAS.
4.
Amati respons GPAS.
5.
Apabila GPAS trip, kondisi
tersebut menunjukkan bahwa mekanisme deteksi arus sisa GPAS merespons
pengujian.
B.
Pengujian pada Jalur Fasa
1.
Pastikan GPAS kembali dalam
posisi ON.
2.
Hubungkan kutub negatif baterai
ke terminal input fasa GPAS.
3.
Hubungkan kutub positif baterai
ke terminal output fasa GPAS.
4.
Amati respons GPAS.
5.
Apabila GPAS trip, kondisi
tersebut menunjukkan bahwa mekanisme deteksi arus sisa GPAS merespons
pengujian.
Catatan : Dalam melakukan pengujian menggunakan metode ATF GPAS,
arah kutub baterai dan pasangan terminal harus diperhatikan. Pengujian
dilakukan dengan ketentuan:
ü Kutub negatif baterai → terminal input.
ü Kutub positif baterai → terminal output.
ü Apabila polaritas baterai dibalik, yaitu kutub positif dihubungkan
ke terminal input dan kutub negatif ke terminal output, GPAS berdasarkan metode
pengujian ini tidak akan trip. Oleh karena itu, pemasangan kutub baterai dan
terminal harus mengikuti konfigurasi pengujian yang telah ditentukan.
6.
Kesimpulan
ATF GPAS merupakan alat bantu sederhana yang dapat digunakan untuk
mengetahui respons fungsi GPAS melalui pengujian menggunakan sumber tegangan
baterai.
Dengan metode yang sederhana, praktis, dan ekonomis, ATF GPAS dapat
mendukung kegiatan pemeriksaan instalasi listrik tegangan rendah, khususnya
dalam memberikan informasi mengenai respons fungsi GPAS.